Agama dan Asah skill 1, tugas 1 (pertemuan 1)-kampus milenial itbi
Tugas mandiri 1 (pertemuan ke 1)
Nama : Bezaro Tafonao
Jurusan : sistem informasi s1
Kelas : Malam
SEKILAS TENTANG GEREJA HKBP SUKADONO RESORT SUKADONO/MEDAN ACEH
a. Sejarah singkat gereja HKBP sukadono
Gereja HKBP sukadono 3 (tiga kali) pindah lokasi. Pada awalnya bangunan gereja kecil di dirikan di tanah pertapakan berlokasi di Lorong Nauli (jl.tomat I sekarang ini), dengan ukuran tanah 8 m × 15 m, anggota gereja saat itu hanya berjumlah 13 KK. Gereja tersebut hanya bertahan selama 3 hari. Pada tanggal 13 februari 1982, atas kerja sama yang baik pengurus gereja dengan masyarakat sekitarnya termasuk simpatisan di luar jemaat HKBP, mereka sepakat gereja di pindahkan ke depan rumah seorang pendidikan yaitu bapak Drs. G. Sitorus, yang saat ini di namakan jalan pemasyarakatan no. 28, degan cara mengangkat bangunan secara beramai-ramai.
Bangunan gereja sederhana berdiri, pengurus gereja melaporkan hal tersebut ke HKBP Resort Sei Agul, di terima dan di sambut baik oleh bapak pendeta Syarif Nababan, sth selalu pendeta resort di dampingi sekretaris huria. Hari itu juga keluarga St.Drs.G. Sitorus/ R. Br. Rajagukguk, bersedia meminjamkan pertapakan tanah nya untuk tempat ibadah selama 5 tahun untuk menunggu adanya pertapakan gereja. Seiring dengan waktu, anggota jemaat semakin berkembang, lalu pada hari minggu tanggal 17 Oktober 1982 resmi berdiri sebuah gereja HKBP di sukadono dan jumlah jemaat saat itu adalah hanya 26 KK. Pada hari itu juga di laksanakan penambalan sintua perdana di HKBP Sukadono yaitu :
1. Mangandar Siregar sebagai guru huria
2. Drs. G. Sitorus sebagai bendahara
3. T. M. Siregar sebagai ketua pembangunan
4. S. Simahulae sebagai ketua parhalado parartaon
5. P. Sinaga sebagai ketua dewan sosial
6. J. Manalu
Selama setahun gereja menompang di depan rumah St. Drs. G. Sitorus, tidak mampu lagi menampung para jemaat beribadah. Dengan segala keterbatasan, bermodalkan iman percaya dan motivasi tinggi para jemaat, yang di motori oleh bapak Drs. G. Sitorus, B. Manurung, M. Manurung, Oppung Sampe Marpaung, B. Gultom dll, mereka sepakat membeli sebidang tanah untuk di jadikan pertapakan gereja dengan ukuran 15 m × 30 m berlokasi di sebelah kiri atau bagian Timur bangunan gereja sekarang yang di sebut sebagai Gg. Gereja.
Dari tahun ke tahun jumlah jemaat terus bertambah dengan pesat, sementara kondisi jalan ke lokasi gereja saat itu masih kecil dan berlumpur, atas usul bersama jemaat di upayakan lah lokasi gereja yang lebih baik dengan pertimbangan melihat jauh kedepan. Artinya pertapakan gereja lebih luas, di pinggir jalan, atas prakarsa bapak Drs. G. Sitorus bersama jemaat lainnya, mereka berusaha mencari pertapakan lokasi baru yang strategis untuk pengembangan gereja kedepan. Dengan tekad musyawarah, untuk ketiga kalinya gereja HKBP Sukadono berpindah lokasi lagi dari Gg. Gereja ke lokasi pertapakan baru yang relatif luas yaitu di jalan pemasyarakatan no. 50, itulah lokasi gereja kita sampai sekarang.
Untuk merealisasikan rencana pembangunan gereja besar dan permanen tidaklah mudah, tentunya menyedot dana, tenaga dan pikiran yang bijaksana. Oleh karena itu, panitia bekerja sama tentang bagaimana teknik dan cara merealisasikan bangunan besar menjadi kenyataan. Untuk menopang dana tersebut, jemaat HKBP Sukadono termasuk gigih untuk membangun, mereka rel dengan cara memberi pinjaman uang mereka kepada panitia pembangunan gereja berupa obligasi untuk menambah hasil penjualan pertapakan gereja bangunan lama yang berada di Gg. Gereja dan sekaligus membangun gereja yang besar. Banyak anggota jemaat yang memberikan perhatian pada masa itu untuk pembangunan gereja induk, seperti : S. Simamora, T. Silaban, P. Sihombing, Drs. A. Simanjuntak, P. Hutabarat, J. Silaban, dll.
Pembangunan sarana dan prasarana gereja terus menerus di benahi oleh jemaat secara bertahap, jemaat bahu membahu dengan panitia pembangunan yang silih berganti secara estafet, hingga mampu membangun gereja berdiri dengan megah saat ini. Pembangunan rumah pendeta, gedung pertemuan, dan menyusul rumah dinas gereja dalam tahap pembangunan, semua pembangunan ini tidak lepas dari perhatian seluruh anggota jemaat HKBP Sukadono, dan juga para pendeta yang aktif pada masa pembangunan tersebut. Kita menyadari bahwa pembangunan dapat terwujud bukan karena kemampuan jemaat semata, melainkan semua peran nyata dari para simpatisan, donatur dan lain lain. Semua terbangun karena kebesaran dari Tuhan melalui melalui tangan-tangan yang di pakai tuhan dan peran serta semua jemaat, parhalado dan Uluan yang selalu bersatu, mulai dari para pendahulu sampai dengan yang ada pada saat ini.....
Gambar :
Sekian dan terimakasih.......🙏🙏🙏
Komentar
Posting Komentar