TEORI DAN PERILAKU ORGANISASI, UTS 1 (SEMESTER GANJIL) KAMPUS MILENIAL ITBI

UTS 1 (SEMESTER GANJIL) 
NAMA                 : BEZARO TAFONAO
JURUSAN          : SISTEM INFORMASI S1
KELAS                : MALAM 
BATAS WAKTU : Kamis, 03 Desember 2020


Soal 1. Apa yang di maksud dengan perilaku Organisasi dan berikan juga alasan mengapa kita harus mempelajari organisasi secara formal? 
Jawab :


Perilaku organisasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang perilaku tingkat individu dan tingkat kelompok dalam suatu organisasi serta dampaknya terhadap kinerja. Perilaku organisasi juga dikenal sebagai studi tentang organisasi. 

Tujuan : 
Memahami pengertian organisasi penting karena dapat membantu kita untuk membentuk suatu tim kerja atau aktifitas tertentu. ... Maka dari itu mempelajari organisasi sangat penting untuk memajukan dalam mencapai tujuan apabila bergabung dalam suatu organisasi.

Pengetahuan oraganisasi merupakan telaah terhadao pribadi serta dinamika kelompok dan konteks organisasi, dan sifat organisasi itu sendiri. Setiap kali orang melakukan interaksi dalam organisasi, banyak faktor yang ikut bermain, ilmu yang mempelajari oraganisasi memahami serta menyusun model-model dari faktor-faktor tersebut.


Soal 2. Pada dasarnya organisasi di definisikan dalam beberapa kelompok, yaitu organisasi dalam arti statis, dinamis, sistem kerja sama, sistem tata hubungan kerja, dan organisasi sebagian proses pembagian tugas. Coba jelas kelima defenisi tersebut. 
Jawab : 

 PENGERTIAN ORGANISASI

1. ORGANISASI DALAM ARTI STATIS
Organisasi dalam arti statis berarti melihat organisasi sebagai sesuatu yang tidak bergerak/diam. Dengan kata lain melihat organisasi itu seperti yang tergambar dalam bagan(organoprogram) yang beraneka ragam.
            Ada berbagai macam pandangan tentang organisasi dalam arti statis, antara lain :

1) Organisasi dipandang sebagai wadah atau sebagai alat(tool) yang berarti
a) Organisasi sebagai alat pencapaian tujuan yang ditetapkan sebelumnya.

b) Organisasi merupakan wadah daripada sekelompok orang yang mengadakan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

c) Organisasi sebagai wadah dimana administrasi dan manajemen dijalankan yang memungkinkan administrasi dan manajemen ini bergerak sehingga memberi bentuk pada administrasi dan manejemen.

2) Organisasi dipandang sebagai jaringan dan hubungan kerja yang bersifat formal seperti yang tergambar dalam suatu bagan dengan mempergunakan kotak-kotak yang beraneka ragam.

3) Organisasi dipandang sebagai saluran hirarki kedudukan atau jabatan yang menggambarkan secara jelas tentang garis wewenang, garis komando dan garis tanggungjawab.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa organisasi dalam arti statis merupakan wadah atau tempat kegiatan administrasi dan manajemen berlangsung dengan gambaran yang jelas tentang saluran hirarki daripada kedudukan, jabatan wewenang, garis komando dan tanggung jawab.



2. ORGANISASI DALAM ARTI DINAMIS
Organisasi dalam arti dinamis berarti memandang organisasi sebagai suatu organ yang hidup, suatu organisme yang dinamis. Memandang organisasi sebagai organisme yang dinamis berarti memandang organisasi tidak hanya dari segi bentuk dan wujudnya, tetapi melihat juga organisasi itu dari segi isinya. Isi dari organisasi tersebut ialah sekelompok orang yang melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan bersama.

Macam pandangan tentang organisasi dalam arti dinamis, sebagai berikut :
1) Organisasi dalam arti dinamis berarti organisasi itu selalu bergerak mengadakan pembagian tugas/pekerjaan sesuai dengan sistem yang telah ditentukan serta sesuai pula dengan lingkup dari organisasi tersebut.

2) Organisasi dalam arti dinamis berarti memandang organisasi itu dari segi isinya, yaitu sekelompok orang yang melakukan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Jadi organisasi dalam arti dinmis menyoroti unsur manusia yang ada didalamnya. Manusia merupakan unsur terpenting dari seluruh unsur organisasi karena hanya manusialah yang memiliki sifat kedinamisan.

Organisasi Dalam Arti Dinamis Selalu Dihadapkan Kepada 2 Macam Kemungkinan, Yaitu:
1) Kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang, yang berarti organisasi itu selalu bergerak untuk tumbuh dan berkembang sesuai tuntutan zaman. 

Pertumbuhan dan perkembangan organisasi dapat bersifat kuantitatif dan kualitatif. Yang lebih penting adalah pertumbuhan dan perkembangan organisasi yang bersifati kualitatif.

2) Kemungkinan organisasi itu akan mati. Hal ini merupakan ancaman dan tantangan yang mau tidak mau harus dapat diatasi.

Kematian organisasi merupakan tantangan dalam arti bahwa orang-orang yang bergabung dalam organisasi itu dihadapkan dengan berbagai masalah atau persoalan dalam tingkat atau kadar persoalan yang berbeda-beda. Setiap masalah harus dapat diatasi, karena bila tidak dapat diatasi akan menjadi hambatan atas jalannya organisasi. Kematian organisasi merupakan ancaman, yang berarti segenap aspirasi yang ditampung dalam organisasi akan bubar berantakan.

Ancaman yang datangnya dari luar adalah ancaman yang datang dari berbagai organisasi lainnya dalam bentuk persaingan, baik secara wajar (persaingan sehat) maupun tidak wajar (persaingan tidak sehat), baik persaingan itu dilakukan secara terbuka maupun tertutup.

Dengan demikian organisasi dalam arti dinamis berarti organisasi selalu bergerak, tumbuh dan berkembang untuk mempertahankan eksistensinya. Bergerak, tumbuh dan berkembangnya organisasi pada dasarnya merupakan kenyataan hidup.

Dua unsur diatas dapat diartikan bahwa organisasi dalam arti dinamis merupakan proses kerjasama antara orang-orang yang tergabung dalam suatu wadah tertentu untuk mencapai tujuan bersama seperti yang telah ditetapkan secara bersama pula. 
Proses adalah langkah-langkah yang harus dilalui. Langkah yang harus diakui dalam usaha mencapai tujuan bersama dimulai dari proses perencanaan :

a. (planning),  proses pengorganisasian 
b. (organizing),  pemberian motivasi   
c. (motivating),  proses pengawasan 
d. (controling),  dan proses pengambilan 
e. (decision making), keputusan

Organisasi sebagai proses juga memandang organisasi dari segi interaction antara orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut. Interaksi tersebut dapat berlangsung secaara formal dan informal.

Hubungan formal adalah hubungan-hubungan yang mengikuti pola seperti yang telah diatur dalam dasar hukum pendirian organisasi, sesuai struktur organisasi, seperti yang telah ditetapkan secara resmi oleh pimpinan.

Hubungan informal adalah hubungan-hubungan yang terjadi dalam organisasi yang tidak terikat oleh dasar hukum pendirian organisasi, tidak terikat oleh struktur organisasi, tidak terikat oleh hirariki dan tidak terikat oleh aturan-aturan yang ditetapkan secara resmi oleh pemimpin organisasi.

Kesimpulannya, organisasi itu tidak hanya sekedar wadah saja, tetapi juga sebagai sistem kerja-sama sebagai siste, tata-hubungan kerja, dan sebagai proses pembagian tugas.


3. ORGANISASI SEBAGAI SISTEM KERJASAMA
Sistem adalah suatu keseluruhan yang sangan rumit dari berbagai unsur atau faktor/hal yang saling berhubungan dan saling ketergantungan antara yang satu dengan lainnya sehingga semua unsur atau semua faktor atau semua hal itu merupakan suatu kesatuan atau merupakan suatu kebulatan yang utuh.

Kerjasama merupakan suatu bentuk perwujudan daripada hubungan dua orang atau lebih dalam usaha mencapai tujuan bersama. Jadi tujuan daripada orang-orang melakukan kerjasama ialah untuk mewujudkan apa yang menjadi tujuan bersama mereka. Agar orang-orang yang bekerjasama itu dapat mencapai tujuan maka perlu adanya hubungan yang baik.

Apabila tujuan yang akan dicapai itu sedemikian kompleks, hal itu akan mengakibatkan timbulnya jaringan hubungan kerja yang sangat kompleks dan rumit, sehingga memerlukan perumusan kerja yang lebih baik. 

Dengan demikian setiap orang yang tergabung dalam suatu bentuk kerjasama mempunyai peran yang diikuti dengan peratanggung jawaban.

Dari uraian tersebut jelas bahwa organisasi sebagai sistem kerja sama dapat diartikan dengan berbagai cara, yaitu sebagai berikut :
1) Organisasi sebagai sistem kerjasama, adalah suatu sistem mengenai pekerjaan-pekerjaan yang dirumuskan dengan baik, dan masing-masing pekerjaan itu mengandung wewenang, tugas dan tanggungjawab tertentu yang memungkinkan orang-orang dari suatu organisasi dapat bekerjasama secara efektif dalam usaha mencapai tujuan bersama.

2) Organisasi sebagai sistem kerja adalah suatu sistem penugasan pekerjaan kepada orang-orang yang mengadakan kerjasama yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang tertentu dari suatu tugas bersama.

3) Organisasi sebagai sistem kerjasama adalah suatu sistem daripada aktivitas-aktivitas kerjasama dari sekelompok orang yang mengadakan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

4) Organisasi sebagai sistem kerjasama adalah suatu sistem yang terencana daripada usaha kerjasama dengan memberikan peran kepada setiap orang untuk dijalankan, wewenang, tugas dan tanggungjawab untuk dilaksanakan.


4. ORGANISASI SEBAGAI SISTEM TATA-HUBUNGAN KERJA
Tata hubungan kerja ialah hubungan yang dilakukan oleh orang-orang yang berada di dalam suatu situasi kelompok untuk mengadakan kerjasama dalam usaha mencalai tujuan bersama. Yang dimaksud stuasi kelompok adalah suatu kelompok yang anggotanya dapat mengadakan interaksi dalam waktu yang sama sehingga terjalin suatu hubungan yang sangat erat. Lawan dari situasi kelompok adalah situasi kebersamaan, yaitu kelompok dimana orang yang bnerada dalam kelompok saling tidak mengenal sebelumnya.

Tata hubungan dapat bersifat pribadi, formal, informal langsung atau secara tidak langsung. Apabila kegiatan dalam kelompok itu semakin kompleks, maka diperlukan sistem pembagian tugas, ketentuan atau peraturan yang harus ditaati dan dijalankan oleh setiap anggota. 

Dengan demikian tata-hubungan tidak hanya berlangsung secara pribadi, formal, informal langsung dan tidak langsung, tetapi dapat berlangsung pula secara struktural, hirarki, vertikal, horizontal dan diagonal.
1. Tata hubungan pribadi, adalah tata-hubungan yang berlangsung antar pribadi satu dengan satu.

2. Tata hubungan formal, adalah tata-hubungan yang berlangsung dengan mengikuti suatu pola atau aturan yang telah ditentukan.

3. Tata hubungan informal, adalah tata-hubungan yang tidak mengikuti atau menyimpang dari aturan atau ketentuan formal yang telah ditetapkan.

4. Tata hubungan langsung, adalah tata hubungan yang tidak dipisahkan oleh jarak. Media yang dipergunakan antara lain wawancara, rapat, ceramah, dll.

5. Tata hubungan tidak langsung, adalah tata-hubungan yang dipisahkan oleh jarak. Media yang dipergunakan misalnya: telepon, internet, surat dan memo.

6. Tata hubungan struktural/hirarki, adalah tata-hubungan yang mengikuti saluran secara hirarkis seperti yang telah ditetapkan dalam struktur organisasi.

7. Tata hubungan vertikal, adaah tata-hubungan yang berlangsung antara pimpinan dengan bawahan atau sebaliknya. Dengan demikian tata-hubungan ertikal dapat berlangsung secara up word dan secara down word.

a. Up word, adalah tata-hubungan yang berlangsung antara bawahan dengan pimpinan atau antara instansi yang lebih rendah dengan yang lebih tinggi. Bawahan atau instansi yang lebih rendah merupakan bawahan langsung dari pimpinan atau instansi yang lebih tinggi.

b. Down word, adalah tata-hubungan yang berlangsung antara pimpinan dengan bawahan ata instansi yang lebih tinggi dengan yang lebih rendah. Atasan/pemimpin atau instansi yang lebih tinggi merupakan atasan langsung dari bawahan atau instansi yang lebih rendah.

8. Tata hubungan horizontal, adalah tata-hubungan yang berlangsung antara pimpinan yang setingkat, antara bawahan dengan bawahan, dan dengan instansi yang setingkat.

9. Tata hubungan diagonal, adalah tata-hubungan yang berlangsung antara atasan dengan bawahan dan sebaliknya, atau antara instansi yang lebih tinggi dengan yang lebih rendah. Tata-hubungan diagonal dengan demikian juga dapat bersifat up word dan down word.

Berbagai macam bentuk hubungan tersebut harus dibina dan dikembangkan guna menciptakan sistem kerjasama yang baik dan serasi antara para anggota atau antar unit, antar satuan kerja yang ada didalam organisasi.

Kerjasama dan tujuan bersama merupakan dua unsur penting suatu organisasi. Akan tetapi kedua unsur tersebut akan terwujud apabila didukung oleh suatu sistem tata-hubungan kerja yang baik. Mengingat tata-hubungan kerja itu berlangsung dalam suatu situasi kelompok yang masing-masing pihak bekerja dan satu sama lain saling bekerjasama guna mewujudkan tujuan bersama, maka tata-hubungan kerja itu akan menimbulkan suatu jaringan kerja yang sangat kompleks.

Organisasi sebagai sistem tata-hubungan kerja dapat diberi pengertian dengan berbagai cara, yaitu sebagai berikut :
1. Organisasi sebagai sistem tata-hubungan kerja, adalah suatu sistem tata-hubungan kerja yang sangat rumit tetapi sistematis sehingga dapat menimbulkan suatu bentuk kerjasama yang baik dan serasi di antara para anggota atau antar unit satuan kerja yang ada sebagai usaha untuk mencapai tujuan bersama.

2. Organisasi sebagai sistem tata-hubunga kerja, adalah suatu jaringan kerja yang mewujudkan suatu bentuk kerjasama yang baik dan serasi antara para anggota atau antar unit satuan kerja yang ada sehingga tujuan bersama dapat dicapai dengan cepat, tepat, efisien dan efektif.


5. ORGANISASI SEBAGAI PROSES PEMBAGIAN TUGAS
       Setiap bentuk kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama perlu memiliki sstem pembagian tugas. Adanya kerjasama yasng baik tidak menjamin keberhasilan pencapaian tujuan. Dalam proses pembagian tugas terdapat berbagai macam kegiatan yang harus dilakukan yaitu :
1. Menetapkan berbagai macam kegiatan yang harus dilakukan dalam organisasi, meliputi bidang apa saja dan setiap bidang biasanya memerlukan jenis kegiatan tersendiri.

2. Menghimpun secara teratur bagian-bagian yang saling bergantung satu sama lain.

3. Mengelompokan jenis pekerjaan yang sama dalam suatu kelompok sendiri, untuk ditangani atau dikelola oleh orang-orang tertentu.

4. Mengadakan pencarian hubungan yang ada dari setiap jenis pekerjaan.

5. Menunjuk bagian dan orang yang diserahi tugas untuk memikul tugas dan tanggungjawab dalam suatu bidang tertentu.

6. Merumuskan fungsi-fungsi yang harus dijalankan bagian atau orang-oran tersebut. Juga harus ditentukan sampai dimana tugas, kewajiban, wewenang, dan tanggung jawab mereka masing-masing.

Dengan demikian organisasi sebagai proses pembagian tugas dapat diberi pengertian dengan berbagai cara, yaiu sebagai berikut :
1. Organisasi sebagai proses pembagian tugas, adalah suatu proses menetapkan dan mengelompokan jenis pekerjaan yang akan di lakukan serta merumuskan suatu pelimpahan wewenan dan tanggungjawab yang meumngkinkan orang yang diserahi tugas itu dapat bekerjasama secara efisien dan efektif dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2. Organisasi sebagai orises kegiatan menghimoun secara teratur atas bagian yang saling bergantung satu sama lain sehingga secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang bulat.

3. Organisasi sebagai proses pembagian tugas atau pekerjaan serta mengatur dan menentukan bagian atau orang-orang yang diserahi untuk memikul tugas dan tanggung jawab dari suatu bentuk usaha.

4. Organisasi sebagai suatu proses kegiatan penyusunan, pengembangan, pemeliharaan daripada pola hubungan kerja dari bagian yang ada dalam suatu bentuk usaha.

Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa organisasi sebagai proses pembagian tugas memandang organisasi dari segi sistem distribusi tugas sehingga masing-masing pejabat atau masing-masing unit satuan kerja memegang tanggung jawab masing-masing. 



Soal 3. Coba jelaskan keunggulan dan kelemahan dari setiap evolusi teori organisasi yang sudah kita bahas sebelum nya. 
Jawab : 


Keunggulan:
1. organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu

2. organisasi sebagai alat untuk meringankan, mengefektifkan, dan mengoptimalkan pencapaian tujuan yang hendak di capai dengan cara kerja bersama-sama

 3. dengan adanya sistem organisasi, tujuan yang tidak dapat di capai secara individu melalui organisasi ini tujuan tersebut kemungkinan besar akan tercapai

4. Memiliki penggunaan disiplin, aturan dan supervisi ketat untuk mengubah organisasi-organisasi agar beroperasi lebih efisien.

5. Memiliki Organisasi yang secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi, dan tugas-tugasnya terspesialisasi.

6. Pembagian kerja yang terarah dapat memberikan pengaruh positif terhadap kecakapan dan keahlian pekerja yang bertambah karena seorang pekerja bekerja terus-menerus dalam tugasnya.


Kelemahan:
1. dapat menjadi kendala manakala orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak tahu menahu tentang organisasi

2. adanya sistem penguasaan pekerjaan kepada orang-orang yang mengadakan kerja sama yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang tertentu dari suatu tugas bersama

3. adanya organisasi yang mengkhususkan diri dalam suatu pekerjaan yang tidak mau bekerja sama dengan tim. 

4. Dalam teori ini biasanya terjadi masalah pada pengorganisasian yang tidak tepat yang dapat dilihat dari refleksi struktur yg tidak tepat dan ini dapat menyebabkan efisiensi dan efektif kerja yang ada di perusahaan itu menjadi tidak produktif.

5. Banyaknya waktu yang terbuang bila seseorang pindah dari pekerjaan ke pekerjaan lain dan orang tersebut harus menyesuaikan kembali pada pekerjaan barunya sehingga akan menghambat kemajuan dan keterampilan pekerja, untuk itu diperlukan spesialisasi dalam pekerjaannya.

Soal 4. Menurut pendapat kamu pendekatan atau teori organisasi manakah yang lebih sesuai di terapkan pada perkembangan organisasi saat ini? 
Jawab :

Teori organisasi yang lebih sesuai dengan perkembangan organisasi saat ini adalah "organisasi dalam arti statis", antara lain:
- organisasi di pandang sebagai wadah atau sebagai alat (tool) 
- organisasi di pandang sebagai jaringan dari hubungan kerja yang bersifat formal
- organisasi di pandang sebagai saluran hirarki kedudukan yang ada dan menggambarkan secara jelas tentang garis wewenang
- jadi arti status adalah wadah kegiatan administrasi dengan gambaran yang jelas tentang hirarki kedudukan atau wewenang dari suatu kelompok.



Soal 5. Jelaskan 4 pendekatan yang di gunakan dalam pengukuran efektivitas organisasi. 
Jawab : 

4 model nilai-nilai efektivitas suatu organisasi yaitu :

1) Pendekatan sumber daya system (sistems resource approach) dalam efektifitas organisasi berfokus pada sejauh mana organisasi dapat memperoleh seumber-sumber daya yang diperlukan. Suatu perusahaan yang dapat memperoleh bahan baku ketika terjadi kelangkaan adalah efektif menurut perspektif ini., pendekatan ini berfokus pada input.

2) Pendekatan proses internal (internal process approach) berkaitan dengan mekanisme internal dari organisasi dan berfokus pada meminimalisir ketegangan, mengingrasikan individu dan organisasi, dan melaksanakan operasi secara lancer dan efisien, pendekatan ini berfokus pada proses transformasi.

3) Pendekatan Tujuan (Goal approach) berfokus pada tingkat dimana suatu organisasi mencapai tujuannya, pendekatan ini berfokus pada output.

4) Pendekatan Konstituensi strategis (Strategic Contituencies approach) berfokus pada kelompok yang memiliki kepentingan organisasi, menurut pandangan ini, efektifitas adalah sejauh mana organisasi berhasil memuaskan permintaan dan ekspektasi dari semua kelompok ini, pendekatan ini berfokus pada umpan balik.



Soal 6. Apa itu MBO (management byk objectives) dan jelaskan bagaimana contoh pelaksanaan pedekatan tersebut di sebuah organisasi, (misalnya perusahaan)? 
Jawab :

Management By Objectives atau sering disingkat dengan MBO adalah pendekatan sistematis dan terorganisir yang menekankan pada pencapaian sasaran organisasi. Dalam jangka panjang, penerapan MBO ini memungkinkan manajemen untuk mengubah pola pikir organisasi menjadi lebih berorientasi pada hasil.

Konsep Manajemen by Objective (MBO) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan “Manajemen berdasarkan Objektif” ini pertama kali dikemukakan oleh Peter Drucker dalam bukunya yang berjudul “The Practice of Management” pada tahun 1954. Menurut Peter Drucker, Tujuan Organisasi yang ditetapkan harus melalui proses persetujuan antara Manajemen dan Karyawannya, bukan dipaksakan dari atas. Cara demikian akan lebih efektif dalam mendelegasikan otoritas pada sebuah organisasi besar sehingga semua karyawan memahami dan turut berkomitmen untuk pencapaian sasaran Organisasi tersebut. Sasaran-sasaran dalam organisasi dibuat secara bertingkat mulai dari Sasaran Organisasi keseluruhan, sasaran divisi, sasaran departemental hingga sasara individu karyawan itu sendiri.

Perlu diketahui bahwa MBO merupakan pendekatan Manajemen yang berfokus pada hasil, bukan pada kegiatan atau proses pelaksanaannya. Tugas-tugas yang telah didelegasikan tidak memiliki Roadmap (Peta Jalan) atau “cara” yang tetap dalam pelaksanaanya. Pelaksanaannya dilakukan berdasarkan perkembangan situasi dan bersifat dinamis.

Berikut ini adalah beberapa langkah penting yang harus dilakukan dalam menerapkan MBO :

1. Menentukan Sasaran dan Tujuan Utama Organisasi

2. Menentukan Sasaran dan Tujuan untuk masing-masing karyawan atau departemen

3. Memantau perkembangan pelaksanaan dan kinerja kerja karyawan

4. Mengevaluasi Kinerja

5. Memberikan umpan balik (Feedback)

6. Memberikan Penghargaan kepada karyawan atau departemen yang mencapai Sasaran yang ditetapkan tersebut.



Soal 7. Menurut kamu apa itu kepribadian, dan mengapa lingkungan merupakan salah satu determinan kepribadian? 
Jawab :

Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Disamping itu kepribadian sering diartikan sebagai ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. 

Alasan mengapa lingkungan mempengaruhi karakter seseorang yang pertama adalah karena terlalu seringnya berkumpul dengan orang-orang disekitarnya. Jika orang-orang disekitar kita baik dan rajin beribadah, maka perlahan kita akan menjadi seperti mereka.



Soal 8. Menurut pemahaman kamu,bagaimana hubungan kepuasan kerja dengan produktivitas, kemungkinan kerja dan turnover karyawan? 
Jawab :

Hubungan sikap kerja pada :
Hal ini berarti semakin tinggi skor kepuasan kerja maka semakin tinggi produktivitas kerja atau semakin karyawan puas dengan pekerjaannya maka produktivitas kerjanya semakin tinggi. Sebaliknya, semakin rendah skor kepuasan kerjanya maka akan semakin rendah juga produktivitas kerja.

1. Kepuasan Kerja :
Perasaan Positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil evaluasi karakteristik-karakteristiknya.

2. Keterlibatan pekerjaan :
Sejauh mana karyawan memiliki sikap memihak terhadap pekerjaannya dan bertindak aktif.
Pemberian wewenang Psikologis : yang akan meningkatkan keterlibatan karyawan dalam pekerjaannya.

3. Komitmen organisasional :
Sejauh mana karyawan terlibat dalam pekerjaan serta tujuan perusahaan untuk mempertahankan keanggotaannya disitu.
1). Komitmen afektif : karena jenis pekerjaan itu disukainya.

2). Komitmen berkelanjutan : karena nilai ekonomisnya.

3). Komitmen Normatif : karena moral dan etis.Sikap kerja lain :

Perceived Organisational Support (POS) : Sejauh mana karyawan yakin Perusahaan memperhatikan mereka.
Keterlibatan Karyawan : Keterlibatan karyawan ,kepuasan & antusiame individu pada Pekerjaan mereka.

Bagaimana Sikap Karyawan dapat diukur? 
1. Suatu Penerapan: Survei Sikap
Mencari respons dari karyawan dengan kuesioner.
Perilaku Karyawan sangat dipengaruhi oleh persepsi dan bukan realitas jadi suatu survey yang teratur sangat penting bagi manajer.

2. Sikap dan Keanekaan Angkatan Kerja
Angkatan kerja yang berbeda menimbulkan penafsiran yang berbeda pula tentang suatu hal. Karena itu perh perlu mengadakan pelatihan untuk membentuk ulang sikap karyawan. Contoh adalah perbedaan Ras, kelamin dan lainnya yang tidak seharusnya seseorang dinilai atas sesuatu yang tidak dalam kendalinya, yaitu Ras dan kelamin misalnya.


c. Kepuasan kerja
Bagaimana hubungan kepuasan kerja dengan produktivitas, kemangkiran dan keluar masuknya karyawan dalam perusahaan.




Soal 9. Apa yang terjadi apabila karyawan atau anggota dalam suatu organisasi tidak dapat mengelola emosinya dalam konteks waktu yang tepat? 
Jawab : 

Bila karyawan bekerja dengan emosi negatif, maka dapat dipastikan hasil pekerjaan mereka akan menjadi tidak maksimal. Emosi negatif karyawan pasti akan mempengaruhi produktifitas, profitabilitas, kerja sama, kinerja, daya tahan, semangat kerja, dan pada akhirnya akan mengurangi keberhasilan perusahaan untuk mencapai target.

Karena emosi negatif sangat tidak menguntungkan perusahaan, maka setiap manajer harus dapat menjadi energi yang mengubah sikap negatif karyawan ke sikap positif. Caranya adalah dengan mengelola karyawan melalui empati yang memperhatikan realitas karyawan. Lalu, meningkatkan keberhasilan organisasi dengan memotivasi kecerdasan emosional karyawan dalam menghadapi realitas kerja dan realitas kehidupan mereka.

Emosi negatif karyawan yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi sumber masalah untuk mencapai nilai pemegang saham yang optimal. Artinya, emosi negatif karyawan dapat mengurangi upaya dan kerja keras, untuk menghasilkan nilai tambah perusahaan dari sisi angka keuntungan, reputasi, kredibilitas, dan daya saing perusahaan dalam mempertahankan keunggulan dari para pesaing.



Soal 10. Jelaskan secara ringkas inti dari jurnal yang kamu review atau ringkas sebelum nya..... 
Jawab :

RANGKUMAN DARI TEORI DAN PERILAKU ORGANISASI

 Apakah Perilaku Organisasi Itu?
Apakah yang dilakukan oleh Manajer ?
Manajer adalah individu yang mencapai tujuan/ menyelesaikan tugas melalui individu lain. Mereka membuat keputusan, mengalokasikan sumber daya dan mengatur aktivitas anak buahnya untuk mencapai tujuan dalam suatu organisasi. Organisasi yaitu sebuah unit sosial yang berkoordinasi secara sadar terdiri atas dua orang atau lebih, dan berfungsi dalam suatu dasar yang relatif terus menerus guna mencapai satu atau serangkaian tujuan bersama.

Fungsi Manajemen
Henri Fayol, seorang industrialis Prancis abad ke 20 menulis bahwa manajer memiliki lima fungsi manajemen yaitu merencanakan, mengorganisasikan, memerintah, mengoordinasi dan mengendalikan.
1. Fungsi perencanaan (planning) meliputi pendefinisian tujuan suatu organisasi, penentuan strategi keseluruhan untuk mencapai tujuan tersebut dan pengembangan serangkaian rencana komprehensif untuk menggabung dan menggordinasi berbagai aktivitas.
2. Fungsi pengorganisasian (organizing) meliputi penentuan tugas yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakan tugas tersebut, bagaimana tugas tersebut dikelompokkan, siapa melapor kepada siapa dan dimana keputusan – keputusan dibuat.
3. Fungsi kepemimpinan (leading) meliputi memotivasi karyawan, mengatur aktivitas individu lain, memilih saluran komunikasi yang paling efektif, menyelesaikan konflik diantara anggotanya.
4. Fungsi pengendalian (controlling) meliputi memantau aktivitas untuk memastikan bahwa segalanya berjalan dengan seharusnya dan diselesaikan seperti yang telah direncanakan. Apabila terjadi penyimpangan, tugas manajemen untuk mengembalikan organisasi tersebut pada jalur yang benar.

Peran Manajemen
Henry Mintzberg pada tahun 1960-an melakukan penelitian terhadap lima orang eksekutif untuk menentukan tugas mereka dan menyimpulkan bahwa manajer melakukan sepuluh peran atau rangkaian perilaku yang berbeda dan saling berkaitan erat yang dapat dikelompokkan menjadi tiga macam:

1. Antarpersonal
[1] Tokoh utama yaitu pemimpin simbolis, diwajibkan melakukan sejumlah tugas rutin dari sebuah lembaga terkait seremonial dan bersifat simbolis. [2] Kepemimpinan yaitu bertanggung jawab perekrutan, pelatihan, memotivasi, mengarahkan dan pendisiplinan karyawan. [3] Penghubung yaitu mempertahankan jaringan koneksi luar yang memberikan pertolongan dan informasi.

2. Informasional
[4] Pemantau yaitu menerima berbagai informasi, bertindak sebagai pusat saraf informasi internal dan eksternal organisasi. [5] Penyebar yaitu meneruskan informasi yang diterima dari orang luar atau karyawan lain kepada anggota organisasi. [6] Juru Bicara yaitu meneruskan informasi kepada orang luar mengenai rencana, kebijaksanaan, tindakan dan hasil organisasi, bertindak selaku ahli dalam industri organisasi.

3. Pengambilan Keputusan
[7] Kewirausahaan yaitu mencari peluang dalam organisasi dan lingkungannya serta memprakarsai proyek – proyek untuk membuat perubahan. [8] Penyelesai Masalah yaitu bertanggung jawab atas tindakan korektif ketika organisasi mengahadapi gangguan penting yang tidak terduga. [9] Pengalokasi Sumber Daya yaitu membuat atau menyetujui keputusan – keputusan organisasi yang signifikan. [10] Negosiator yaitu bertanggung jawab mewakili organisasi dalam negosiasi – negosiasi besar.

4. Keahlian Manajemen
Robert Karz mengidentifikasikan tiga keahlian mendasar manajemen yaitu teknis, personal dan konseptual.
1. Keahlian Teknis (technical skill) meliputi kemampuan menerapkan pengetahuan dan keahlian khusus.
2. Keahlian Personal (human skill) meliputi kemampuan untuk bekerja sama, memahami dan memotivasi individu lain, baik secara individual maupun dalam kelompok.
3. Keahlian Konseptual (conceptual skill) meliputi kemampuan mental untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi – situasi yang rumit.

Aktivitas Manajerial yang Sukses VS Aktivitas Manajerial yang Efektif
Luthan dan rekan kerjanya mempelajari lebih dari 450 manajer dan menemukan bahwa manajer terlibat dalam keempat aktivitas manajerial yaitu:
1. Manajemen Tradisional : membuat keputusan, merencanakan dan mengendalikan.
2. Komunikasi : Bertukar informasi rutin dan memproses pekerjaan tulis menulis.
3. Manajemen SDM : Memotivasi, mendisiplinkan, menangani konflik, menyusun kepegawaian dan melatih.
4. Pembangunan Jaringan : Bersosialisasi, terlibat dalam aktivitas politik dan berinteraksi dengan individu – individu luar.

Alokasi Aktivitas Menurut Waktu
Manajer Rata – rata : 32% Manajemen Tradisional, 20% Manajemen SDM, 29% Komunikasi, 19% Pembangunan Jaringan.
Manajer yang Berhasil : 13% Manajemen Tradisional, 11% Manajemen SDM, 28% Komunikasi, 48% Pembangunan Jaringan.
Manajer yang Efektif : 19% Manajemen Tradisional, 26% Manajemen SDM, 44% Komunikasi, 11% Pembangunan Jaringan.

Perilaku Organisasi (organizational behavior) adalah bidang studi yang menyelidiki pengaruh yang dimiliki oleh individu, kelompok dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi, yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan semacam ini guna meningkatkan keefektifan suatu organisasi.

Disiplin Ilmu yang Mendukung Perilaku Organisasi
Bidang – bidang Utama yang mendukung adalah psikologi dan psikologi social, sosiologi dan antropologi.

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan dan terkadang mengubah perilaku manusia dan makhluk hidup. Mereka berkontribusi dalam pengetahuan, motivasi, kepribadian, emosi – emosi, persepsi, pelatihan, keefektifan kepemimpinan, kepuasan pekerjaan, pembuatan keputusan individual, penghargaan kinerja, ukuran sikap, rancangan kerja dan tekanan kerja. Unit analisisnya adalah individual.

Psikologi sosial adalah bidang dalam psikologi yang memadukan konsep dari psikologi dan sosiologi serta berfokus pada pengaruh seorang terhadap orang lainnya. Mereka berkontribusi dalam perubahan perilaku, perubahan sikap, komunikasi, proses – proses kelompok dan pembuatan keputusan kelompok. Unit analisisnya adalah kelompok.

Sosiologi adalah studi tentang manusia dalam kaitannya dengan lingkungan sosial dan kultur mereka. Mereka berkontribusi dalam komunikasi, kekuatan, konflik, perilaku antar kelompok yang unit analisisnya adalah kelompok. Kontribusi lain yaitu teori organisasi formal, teknologi organisasional, perubahan organisasional dan kultur organisasional yang unit analisisnya adalah sistem organisasi.
Antropologi adalah studi kemasyarakatan untuk mempelajari manusia dan aktivitas – aktivitas mereka. Mereka berkontribusi dalam nilai – nilai komparatif, sikap – sikap komparatif dan analisis lintas kultural yang unit analisisnya kelompok. Kontribusi lain yaitu kultural organisasional. Lingkungan organisasional dan kekuatan dengan unit analisis adalah sistem organisasi.

Tantangan dan Peluang untuk Perilaku Organisasi
Merespons Globalisasi
Organisasi tidak lagi dipisahkan oleh batas – batas nasional. Dalam prosesnya, pekerjaan manajer mengalami perubahan sebagai contoh diantaranya:
· Penugasan luar negeri yang meningkat.
· Bekerja dengan individu – individu dari kultur berbeda.
· Menanggulangi reaksi antikapitalisme
· Memantau perpindahan pekerjaan ke negara yang mempunyai tenaga kerja berbiaya rendah.
· Mengatur individu selama perang 
melawan teror berlangsung.

Mengelola Keragaman Angkatan Kerja
Konsep bahwa organisasi menjadi semakin heterogen dalam hal gender, usia, ras, etnik, orientasi seksual dan keterlibatan berbagai kelompok lain. Contohnya: Menerima keragaman, perubahan pada demografis AS dan Implikasi.

Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas
Para manajer saat ini mengerti bahwa keberhasilan dari usaha apapun dalam meningkatkan kualitas dam produktivitas harus melibatkan karyawan mereka. Karyawan tidak hanya akan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan perubahan tetapi juga semakin aktif berpartisipasi dalam merencanakan perubahan tersebut.

Merespons Kurangnya Tenaga Kerja
Manajer membutuhkan strategi perekrutan dan pemeliharaan yang canggih. Manajer juga harus mengubah praktik organisasi untuk mencerminkan kebutuhan dari angkatan kerja yang lebih tua dan memikirkan memotivasi pekerja lebih muda yang merasa terhambat ketika kolega lebih tua tidak pensiun.

Meningkatkan Layanan Pelanggan
Kebanyakan organisasi mengalami kegagalan karena karyawannya gagal menyenangkan pelanggan. PO bisa memberikan bimbingan yang baik dalam membantu para manajer menciptakan kultur – kultur seperti: karyawan yang ramah dan sopan, mudah didatangi, berpengetahuan, cepat dalam merespons kebutuhan dan bersedia melakukan apapun yang diperlukan untuk menyenangkan pelanggan.

Meningkatkan Keahlian Personal
Mempelajari cara – cara untuk merancang pekerjaan yang memotivasi, dan cara membentuk tim yang lebih efektif.
Memberdayakan Orang yaitu membuat karyawan – karyawan bertanggungjawab atas apa yang mereka lakukan.

Menstimulasi Inovasi dan Perubahan
Karyawan suatu organisasi bisa menjadi 
pendorong inovasi dan perubahan atau sebaliknya menjadi batu penghalang. 

Tantangan bagi manajer adalah menstimulasi kreatifitas dan daya tahan mereka terhadap perubahan. Bidang PO memberikan banyak ide dan teknik untuk membantu merealisasikan tujuan ini.
Mengatasi “Kesementaraan”
Manajer zaman sekarang harus belajar menghadapi kesementaraan dan belajar hidup dengan fleksibilitas, spontanitas dan ketidakpastian. Studi PO bisa memberikan wawasan yang penting untuk membantu anda memahami dunia kerja dengan perubahan terus menerus, cara mengatasi perlawanan terhadap perubahan dan cara terbaik menciptakan kultur organisasi yang tumbuh berdasarkan perubahan.

Bekerja dalam organisasi berjaringan
Semakin banyak karyawan yang melakukan pekerjaan mereka dengan cara dihubungan dengan karyawan lain melalui jaringan. PO bisa memberikan wawasan yang berharga untuk membantu mengasah keahlian tersebut.

Membantu Karyawan menyeimbangkan konflik kehidupan dengan pekerjaan
Organisasi yang tidak membantu orang – orang mereka mencapai keseimbangan kehidupan pekerjaan akan mendapatkan semakin banyak kesulitan untuk menarik dan mempertahankan karyawan yang paling andal dan bermotivasi.

Meningkatkan perilaku etis
Para anggota organisasi semakin merasa diri mereka menghadapi dilema etika yaitu situasi dimana individu diharuskan mendefinisikan kelakuan yang benar dan yang salah. Manajer harus menciptakan iklim etis yang sehat untuk karyawan sehingga karyawan bisa melakukan pekerjaan mereka dengan produktif dan menghadapi sedikit ambiguitas terkait apa yang merupakan perilaku yang benar dan yang salah.

Mengembangkan Model Perilaku Organisasi
Model adalah abstraksi kenyataan, gambaran sederhana dari beberapa fenomena nyata dunia.
Salah satu persoalan Perilaku Organisasi adalah produktivitas. Produktivitas adalah ukuran kinerja yang mencakup efektifitas dan efisiensi. Efektifitas adalah pencapaian tujuan – tujuan sedangkan efisiensi dalah rasio hasil efektif dengan masukan yang dibutuhkan untuk mencapainya.


Variabel Dependen
Faktor – faktor yang mempengaruhi efektifitas dan efisiensi individu, kelompok dan organisasi secara keseluruhan:
Mangkir yaitu ketidakhadiran di kantor tanpa izin.
Perputaran Karyawan yaitu pengunduran diri permanen secara sukarela maupun tidak sukarela dari suatu organisasi.
Perilaku Menyimpang di Tempat Kerja yaitu perilaku sukarela yang melanggar norma – norma organisasi yang signifikan dan dengan demikian, mengancam kesejahteraan atau anggota – anggotanya.
Perilaku Kewargaan Organisasi yaitu perilaku pilihan yang tidak menjadi bagian dari kewajiban kerja formal seorang karyawan namun mendukung berfungsinya organisasi tersebut secara efektif.
Kepuasan Kerja yaitu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari evaluasi karakteristik – karakteristiknya.

Variabel Independen
Variabel tingkat individual
· Persepsi, Pembuatan keputusan individual, pembelajaran dan motivasi
Variabel tingkat kelompok. 



SELESAI....... 
SEKIAN DAN TERIMA KASIH.......🙏🙏


Komentar

Postingan populer dari blog ini